h1

My articles

Kejadian menjadi guru yang utama. Masyarakat merupakan cermin paling jujur untuk melihat rupa diri kita secara utuh, bukan hanya wajah. Dua komponen itulah yang dalam seri tulisan ini akan menjadi titik tolak menuju status diri yang disebut sebagai manusia pembelajar.

Manjadi menusia pembelajar tidak selalu harus masuk dalam institusi pendidikan resmi. Bahkan, secara jujur saya katakan bahwa proses belajar yang sesungguhnya adalah ketika manusia berada dalam masyarakat, berhadapan dengan realitas, menyelesaikan masalah nyata. Mereka tidak perlu seorang dosen ataupun guru. Mereka jauh dari laboratorium ataupun buku kamus yang tebal. Ya, karena bagi manusia pembelajar, sekelilingnya bisa menjadi guru, lab, sekaligus kelas baginya.

Beberapa kisah pribadi saya, atau teman, atau mungkin juga hanya kutipan dari cerpen, pengalaman baik pahit maupun manis, akan disusun dalam bentuk cerita singkat yang dilengkapi dengan hikmah. Semua orang bisa melalui kejadian itu secara persis, tetapi hikmahnya mungkin akan berlainan.

Kalau Anda juga punya sesuatu yang berharga untuk di-share, dengan senang hati, mari kita goreng-goreng untuk bisa secara mudah diambil hikmah dan dapat memberikan manfaat bagi semua.

Wassalam

2 comments

  1. Ass. Wr. Wb.,

    Weh sedulur siji ki saiki ning endi? Kok ujug njedul ning negri sabrang, lha pilot plant sik ning ngayojakarta piye?

    BTW,….sukses selalu, Amien

    Wassalam


  2. wa’alaikumussalam…
    hehehhe…iyo ki, gaweyane dolan terus…jalaran biyen ora tau sinau, mulane saiki lagi sregep sinau, critane lagi setup pilot plant juga neng malaysia, sekalian sinau meneh yg berhubungan dg kerjaan di yogja…ttg essential oils…

    kapan dolan mrene?

    sukses selalu…wassalam



Leave a Comment